Saya (Tidak) Kehilangan Kata-Kata

Sumber: Tumblr Leilockheart

Pernah tidak, suatu saat kalian merasa kehilangan kata-kata untuk mengungkapkan sesuatu atau beberapa hal?

Saya, pernah dan sekarang terjadi!

Membuka netbook, klik microsoft word, termenung, mengetik beberapa kata dan menarikan jari jemari di atas toots keyboard, berhenti, stuck, apa yang harus saya ketik lagi? Banyak ide tapi tak tertuang, banyak kata tapi tak terungkap. Diam, klik tanda close. Ah, tidak tahu harus mengetik kata-kata apa lagi?

Perlahan saya buka kembali beberapa folder foto, word, dan blog. Membaca kembali tulisan saya dulu. Rasanya jiwa saya sekarang sedang hilang. Ruh menulis seperti dulu seperti terbang, tapi saya tidak tahu harus kemana menangkapnya kembali dan menghidupkan semangat menulis itu. Skripsi saja sudah terbengkalai berbulan-bulan. Ya Rabb, berat.

Apa karena kekeruhan hati hingga otak pun keruh, ricuh. Dari hati naik ke kepala. Dari sakit hati naik ke turunnya kinerja otak untuk memproses ide. Efeknya dahsyat, menyembuhkannya juga harus super dahsyat. Menghela nafas panjang. “Tidak ada yang mudah, tapi tidak ada yang tidak mungkin.” Ada suara bergaung senyap menelusup ke dalam telinga kanan. Otak mulai mencerna. Tersenyum. Kembali berpikir, usap-usap hati lalu bilang “Tenang ya hati, maaf sudah membuat kamu lelah dengan situasi ini. Saya janji akan memperbaiki mu sekarang, secepatnya pulih. Sabar dan kuat ya.”

Seorang sahabat, Leonita, pernah berkata, “Waktu itu menyembuhkan, Ma. Percayalah. Aku pernah menjalaninya, seiring waktu berjalan, kamu bakal lupa dan kembali baik” dan seperti kata Kak Meutia pula yang sengaja mengirim saya sms berujar “Jika hatimu sedih, hanya pada sang pemilik cinta tempatlah mengadu. Kau pasti kuat, hatimu takkan rapuh, ini hanya sementara. Insya Allah do’a dan waktu akan menyembuhkan mu. Yakinlah itu. Semua akan terlewati karena aku juga pernah mampu melewati masa-masa seperti mu sekarang. Keep smile.” Perkataan keduanya tidak jauh beda. Pada intinya waktu akan menyembuhkan luka hati, pikiran, jasmani dan rohani. Cepat atau lambat, itu pasti. Terima kasih Leo dan Kak Meutia.

Terkadang ini yang menjadikan saya seperti tidak produktif lagi dalam menulis. Jemari saya tidak lancar untuk mengeja huruf-huruf dan merangkainya menjadi kata, kalimat, paragraf, lalu cerita. Berpikir dalam. Kenapa dengan diri saya? Kemana Irma yang dulu selalu bersemangat? Kemana dia pergi? Raganya tetap di sini, tapi hati dan pikirannya sedang mengunci di suatu tempat yang seharusnya tidak disinggahi. Buang-buang waktu dan energi. Saya minta kembali jiwa saya yang pernah semangat bangun kembali. Seperti saat 5 tahun lalu, saya bisa begitu semangat menjalani hari-hari tanpa kerisauan pasca kecelakaan dan mendapat operasi besar, hampir koma, hampir kembali ke haribaan. Innalillahi..

Kehilangan kata-kata akibat kehilangan cinta semu. Diperbudak dunia. Hati rasanya jemu, tapi tak tahu harus merekatkan kepingan-kepingan hati ini awalnya dari mana. Sebelah mana yang harus saya tempelkan kembali? Ternyata pemikiran seperti itu sangatlah picik. Kamu bisa Ma, hanya diri kamu saja yang menolak untuk membisakan hati mu kembali merah jambu, hapuslah hitamnya.

Tanpa terasa ternyata sudah 2 halaman saya mengetik tulisan tanpa arah ini. Kehilangan kata-kata hanya sebuah bayangan jika kita bisa membebaskan diri kita. Membebaskan hati, pikiran, jiwa dan raga. Bebas tapi sesuai arah dan aturan Yang Maha Pemberi Cinta.

Hapuslah air mata, simpan untuk hal-hal yang layak ditangisi. Jika situasi memojokkan mu dan menuduh mu dengan kebencian yang tidak perlu, lapangkanlah dada yang sempit, tegarkanlah bangunan semangat mu. Saat semua dikembalikan pada kuasa Allah SWT, hidup akan tenang. Yakinlah. Masih ada orang-orang baik di luar sana dengan kejujuran mereka dan dengan kehangatan hati serta pikiran mereka tentang kita.

Jika terkhianati itu menjadi suatu kesakitan, menjauhlah. Jika hati hanya untuk satu jiwa, jauhilah pemberi kasih yang terbagi. Jika kepercayaan terabaikan, biarlah. Jika harus berlomba mencari dan memberi perhatian kasih sayang, mundurlah. Bukahkah Sang Maha Pemilik Hati tidak menciptakan hanya satu adam di dunia?

Rasulullah SAW bersabda, "Ingatlah, dalam tubuh manusia itu ada segumpal daging. Kalau segumpal daging itu baik, maka akan baiklah seluruh tubuhnya. Tetapi, bila rusak, niscaya akan rusak pula seluruh tubuhnya. Segumpal daging itu bernama qolbu!" (HR. Bukhari dan Muslim).

Kembali menangkap kata-kata lalu merangkainya menjadi bagian terindah dalam menjalani hidup. Saya kembali, dengan membawa cinta untuk seluruh mahluk di dunia. Saya kembali menuliskan apa yang saya rasakan dan pikirkan. Tidak berhenti. Hidup terus berlanjut. Menulis pun berlanjut. Bismillahirrahmanirrahiim..

Dan itu tidak lepas dari dukungan kawan-kawan di Bloof yang telah memberikan persahabatan yang lebih dari persahabatan. Ada Uty, Mas Insan, Kak Andro, Kang Yudy, Kak Achi, Kak Tia, Kak Pipi, Nick, Anna, Selvy, Kak Andin, Mas El-Razy, Yuni Cahya, Hana, Kak Uni, Nurul, Teh Bonit, Eis, Aisa, Fitri, Teh Fitri, Kang Andy, Kang Dia, Bang Roe, Kak Arya dan semua yang ada di Bloof yang tidak sempat saya ucapkan satu-satu di sini dari Sabang sampai Merauke (maaf klo belum disebut). Termasuk kawan-kawan Tulisan-ID ada Rahayu, Matmund, dan Mas Arif. Juga sahabat-sahabat Balad Ranger ada Leo, Dini, Gie dan eF. Keluarga tercinta yang memberi kasih sayang tanpa syarat. Sayang kalian semua karena Allah :)

Dan saya sekarang tidak kehilangan kata-kata, karena kalian, sahabat..
Berdamai dengan masa lalu. Bersepakat dengan masa depan.

29 komentar:

  1. iya makasih Asep.. duuuuh belum ngerjain PR sama BW k blog Asep. hapunten yah :)

    BalasHapus
  2. hmmm......
    belajar menerima...
    :)

    BalasHapus
  3. Jika kita lemah menghadapi masalah, maka masalah akan semakin keras mendera kita

    jika kita bersikap keras tanpa kompromi thd masalah, maka masalah akan melemah dihadapan kita

    jadi hidup ini adalah pilihan, silahkan tentukan pilihanmu Irma...

    BalasHapus
  4. @Mas Insan: betul, setuju. hidup adalah pilihan. jadi masalah akan selesai ketika kita memilih untuk menyelesaikannya dan menyudahinya. makasi ya mas :)

    BalasHapus
  5. teringat tulisan sorg ikhwan.., biarlah keindahan i2 terukir didlm hati sj..,soalx klo di lukiskan lewat kata2 susah.. *smile

    BalasHapus
  6. dilukiskan dalam kata-kata di hati. hehehe..
    bisa juga, tp alangkah lbh indah diungkapkan saja kata-katanya ^^

    BalasHapus
  7. Kata kata mu kata kata rasa
    rasa rasa mu tak terkata ... ^_^

    Laaarriiiiii......

    BalasHapus
  8. haha mbak irma juga lagi kena yah.
    kayaknya sama.
    tapi gak ah... beda situasinya.
    semangat ya mbak :)

    semoga gak galau lagi. eh kayaknya bukan galau ya?
    apa aja pokoknya cepat bangkit lagi deh :)

    BalasHapus
  9. sepertinya kita ada di kondisi yang sama :s

    BalasHapus
  10. @Teh Esti: rasa-rasanya kata-kata itu terasa berkata-kata. hehehe.. jngn lariiii.. tangkaaaaappp :D

    @uchank: iya kena kehilangan kata-kata. bukan galau tapi super galau. hehe.. ga deng, lagi stuck aja ni chank. biasa anak muda :D
    ayo semangat jg ya chank ;)

    @Hans: wah ada temen. hoooreeeee.. eh? heheh.. semangat, semangat :)

    BalasHapus
  11. "Berdamai dengan masa lalu. Bersepakat dengan masa depan", sungguh arifnya. :)

    mmg tdk ada yg bisa mengalahkan apapun saat seseorng sudah memutuskan. termasuk ketika ada masalah (apapun itu), seberapa banyak masukan kalo diri sndiri tdk mengmbil kputusan untuk berubah hanya akan percuma.

    selamat, ma. keputusan sudh ditangan, mari memulai yg baru.

    BalasHapus
  12. @Kak Achi: hehee.. jadi malu :">
    iya kak, makasi ya.. sudah memutuskan untuk memulai yg lebih ceria, baru, fresh, tanpa beban. insya Allah pelan tapi harus dijalani. sedikit banyak masukan dan kata2 dr kawan2 bs merubah duka jadi suka cita ;)

    BalasHapus
  13. Waktu itu menyembuhkan, sepakat!
    #teringat memori masa lalu akan pahitnya dikhianati.. :)

    Semangat terus Irma! Hidup adalah rangkaian proses-proses pendewasaan.. Tak pernah berhenti untuk terus belajar dan memaknai sekeliling.. :)

    BalasHapus
  14. semangat juang 45 mbak irma,....*smile

    BalasHapus
  15. "happiness will be real when its shared"

    maaf cuma ngasih kalimat kutipan, tapi efeknya buat saya sangat hebatt.... :)

    BalasHapus
  16. @Kak Arya: dikhianati itu memang tidak enak, sangat-sangat tidak enak. bagai minum pil pahit tanpa air. menyebar pahitnya di kerongkongan. semangat juga Kak Arya.. setuju sekali, hidup itu pendewasaan diri :)

    @Mbak Atma: semangat juang juga mbaaaaaakkkk.. makasi yaaa ;)

    BalasHapus
  17. semangat,karena masih banyak orang diluar sana yang lebih menderita dari pada kita
    jadi jangan sia-siakan hidup kita

    BalasHapus
  18. @Andy: semangaaaaaatttttt ^^
    iya betul, melihat keluar sana yang masalahnya lebih besar dibandingkan masalah sendiri yang sepele :)
    makasi ya.

    BalasHapus
  19. Smanggad, Mbak Irma ^_____________^..
    Kami selalu mendukungmu :D

    BalasHapus
  20. Assalamualaikum warahmatullahiwabarokatuh :D
    Teh selamat! Anda mendapatkan tag dari Sefty. Tolong link-nya dibuka dan kerjakan PR-nya. Semangat qaqaaaa~

    http://seftyrihandini.blogspot.com/2011/12/tag-xoxo.html?showComment=1324179348701#c1088862498877156263

    BalasHapus
  21. @Kak Sam: kutipan dari film Into The Wild. kereeeeen emang, kata2 itu emang keren banget. dan efeknya memang dahysat ^^

    @Mbak Happy: makasiiii mbak, semangaaat, semangaaaattt ^^

    @Sefty: waaahhhh PR lagiiiii.. hohooh.. makasi ya cantik. insya Allah dikerjakan nyicil. hehehe..

    BalasHapus
  22. nah ini bener nih teh "Banyak ide tapi tak tertuang, banyak kata tapi tak terungkap" sering banget tuh kejadian kayak gini, kadang kalau menulis itu harus dipaksa dulu, lama kelamaan biasanya sih suka mengalir meskipun jarang terjadi yang ada musti nunggu mood-nya ya
    semangat teh :) maaf baru mampir

    BalasHapus
  23. Semangat yah kk..

    ketika kita berlari kita membutuhkan jeda(tempat merenung) tp nga boleh lama2, krn masih banyak hari kedepannya yang menanti.. :D

    BalasHapus
  24. @Tiara: waaaah sama ya? emang mood itu mempengaruhi intensitas kita dalam menulis. hehe.. semangat juga :)

    @naa nana: ok nanti difollow back. hehe.. maaf ya :D

    @inspirasi Kecilku: semangaaaaattt, melangkah, berlari :)

    @Muhaimin: iya makasi ya ;)
    semangat juga. sudah lama juga terduduk dalam jeda ni, sepertinya harus segera berjalan kembali :)

    BalasHapus
  25. mbg irma itu benar-benar pengalaman saya saat ini, saya hilang arah, kadang untuk mengerjakan skripsi tag ada lagi semangatnya karna selalu terfikir kembali oleh masa lalu, smpai skripsiku terbengkalai,, semangat buat kita semua mbg :)

    BalasHapus

Hai kawan-kawan, terima kasih sudah meluangkan waktu untuk membaca dan berkomentar di pendopo langit ini ^_^


up