Lebih baik (pada awalnya) tidak tahu sama sekali.

Hari ini sedikit sebal bin kucel mucel bucek kucek bilas daaah..
Knp tidak? karena harus iya. Soalnya jadi sgt sensitif dan inovatif untuk mengeluarkan kekesalan ini dengan menulis. Okey apabila kata2 saya tidak dimengerti so far so good so nice sosis lah gimana anda saja. Tapi jangan dengan memperlihatkannya dengan terang-terangan lah. Serasa tidak dihargai gini jadi na teh. Jadi menyesal mengatakan, tp kata2 sy tidak dapat ditarik kembali (emang kuda ditarik???). Wedun seperti diculdogkeun kieu eung. Cul dog tinggal igel tea gening. Nyeri hate lah. Wanita itu berbeda dengan laki-laki. Kami lebih memakai perasaan, bukan berarti laki-laki tidak pernah memakai perasaan.

Alih-alih karena kesal ini, sy browsing tentang perbedaan wanita dan pria. Dapatlah saya beberapa referensi. Dengan semangat yang membara dapatlah kutipan "Para pria lebih suka bicara langsung sesuai tujuannya, sementara pembicaraan wanita terputus-putus dengan keraguan dan perasaan. Disebabkan serabut penghubung antara belahan otak kanan ( intuisi ) dan kiri ( logika ) lebih sedikit pada wanita. Sehingga ekspresi perasaan lebih mudah terjadi pada wanita."

Okeh lah saya cerna kata2 itu bagai mencerna biskuit Promina yang rasanya seperti unta. Dan akhirnya saya mengerti. Sedikit mengerti lebih tepatnya.

Harus bagaimana saya? LEAVE IT IRMA! Suara sumbang itu terus bergaung dalam telinga saya, bergaung dan menggeram bersama bisingnya kakalutan ini. Orang-orang pecundang kudu dikasih udang dan pedang. Hunus saja pedang itu ke ulu hati ini biar ramai dan gaduh sampai mengaduh. Biar puas, puas. Tinggalkan orang-orang itu. Just do it, but it so hard to me :'(

0 ungkapan kawan:

Poskan Komentar

Hai kawan-kawan, terima kasih sudah meluangkan waktu untuk membaca dan berkomentar di pendopo langit ini ^_^


up