Kuliah dan Kuli ah..

Sudah hampir 3 tahun lebih beberapa bulan saya bercokol di Ilmu Pemerintahan. Sebuah nama Jurusan yang baru saya tahun 3 tahun yang lalu, saat detik-detik menjelang pengisian formulir SPMB. Dan baru tahu kalau kampusnya ada di Jatinangor, oh mama oh papa betapa katro dan kupernya diri ku, sampai tak tahu ada Jurusan bernama Ilmu Pemerintahan di UNPAD. Karena saat SMA saya benar-benar kurang menyukai pelajaran yang berbau IPS, tidak suka dengan hafalan berupa teks book atau berkoar-koar pendapat yang menurut saya memang sangat tidak kasat mata. Dan keadaan di SMA yang menunjang saya berpikiran seperti itu pula adalah persaingan diantara kami untuk mendapatkan kelas IPA, bergelut dengan nilai-nilai beraroma IPA yang ketat pula. 7 kelas untuk IPA dan 3 kelas untuk IPS. Perbandingan yang jungklak pisan. Haha.. Kepuasan saya secara pribadi saat itu adalah menguasai pelajaran bersemilirkan IPA dan berorientasi masuk Perguruan Tinggi yang sangat digembar-gemborkan oleh para penganut Teknikisme, tau lah nama Perguruan Tinggi itu apa. Well, dan sekarang saya berpikir bahwa keadaan seperti itu ternyata sangat tidak menguntungkan bagi diri saya sendiri, karena wawasannya sempit.
Mari kita beralih pada perbincangan mengenai keadaan perkuliahan seorang Neng Iim sekarang. Dengan berbasiskan IPA yang sangat melekat dalam jiwa dan raga ini pada akhirnya menuntut saya untuk melakukan gas poll saat pertama masuk kuliah. Tidak mengerti politik, sejarah pun cuma mengerti dikit-dikit, apa itu pemerintahan yang baik dan benar pun tidak tahu, main berpendapat dan berorasi pun tidak berani. Semua saya lakukan dan lalui dengan penuh rasa tidak mengenal dan tidak tahu. Dan kata-kata pembangkit semangat itu saya peroleh dari ayah, beliau berkata "kenapa harus kalah dengan orang lain? apa perbedaan kita dengan mereka? jika mereka bisa, kamu pun harus bisa". Terdengar utopis, tapi kata-kata itu seperti menghipnotis diri saya. Tidak ada yang mudah, tapi tidak ada yang tidak mungkin.
Semester awal dan kedua saya perjuangkan dengan nilai yang lumayan membuat pulas tidur dan senyum manis tiap pagi. Hehehe.. Dengan modal nekat dan membuang rasa malu serta takut, saya pun mencoba berubah menjadi Irma yang berani untuk berbicara di depan umum, mencoba berpendapat, mempertanyakan setiap hal yang menurut saya perlu mencari jawaban lebih, istilahnya mencoba bertampang di depan dosen. Hahaha.. Trik untuk dikenal secara tidak langsung. Tapi dikenal pun belum tentu akan dimudahkan dalam hal nilai.
Untuk sekarang entah kenapa semangat saya seperti awal kuliah seakan memudar. Dan saya sekarang kehilangan beberapa teori dan ilmu-ilmu mengenai apa yang sudah saya pelajari. Apakah itu karena murudul di tengah jalan, atau terbang disapu angin? Apakah ini efek dari mahasiswa tingkat akhir yang akan menghadapi SKRIPSI? Oh betapa sangat gambling-nya seorang Irma untuk memikirkan skripsi, apa yang akan saya teliti? Apa?
Serasa ada ketakutan yang menyeruak dan menyesakkan dada hingga otak pun berjalan tidak lancar, dan saya membutuhkan Xepadergin lagi, vitamin otak yang saya konsumsi 3 tahun lalu setelah tragedi itu.
Sekarang masalah tidak berakhir sampai dimasalah skripsi tapi jika sudah lulus nanti mau kemana saya? Kemana? Kuliah dan kuli ah.. Bekerja, ya bekerja. Karena saya ingin bekerja, tidak hanya ingin menjadi ibu rumah tangga saja kelak. Ingin menjadi seperti ibu, bekerja, tapi bisa merawat anak-anak dan keluarga tanpa ada pembantu. So sweet, I feel :)
Pemerintahan ya bidang pemerintahan. Apa yang akan saya jual nanti? Pelayanan terhadap masyarakat tentunya, meskipun banyak orang yang menyangsikan mengenai ke-idealisme-an seseorang (efek dari berita korupsi terus menerus).
Dan hal yang lucu adalah saya belum bisa menggambarkan peta konsep hidup saya 10 tahun atau 20 tahun ke depan. Seperti apa yang sering dilakukan saat ada kegiatan pelatihan di kampus, dan saya kelimpungan untuk menggambarkannya. Seperti sebuah lelucon yang tidak pantas untuk ditertawakan tapi pantas untuk saya rubah.
Alloh tau apa yang dibutuhkan umatnya, bukan yang diinginkan. Jadi saya akan perjuangkan apa yang sudah Alloh takdirkan untuk saya, tidak berdiam diri saja, tapi move on! Skripsi tunggu aku dalam keceriaan menyambut mu!
Keep fighting ^_^

0 ungkapan kawan:

Poskan Komentar

Hai kawan-kawan, terima kasih sudah meluangkan waktu untuk membaca dan berkomentar di pendopo langit ini ^_^


up