Bandel

Bandel, nakal, badung dan berbagai kata yang mengandung arti sama seperti kata-kata tersebut memang dipandang negatif oleh beberapa orang, malah mungkin untuk banyak orang. Dan begitu pun bagi saya.

Namun tidak demikian waktu saya melakukan hal "gila" beberapa minggu yang lalu. Menjadi anak bandel yang membuat saya merasa sangat bahagia.

Mengemudi motor tanpa SIM, tanpa STNK, tanpa helm, tanpa jacket, tanpa alat pelindung lainnya ke jalan raya (utama) rute rumah sampai kampus di Jatinangor. Oh iya, dan tanpa bilang izin dari ibu sama bapak alias sedikit berbohong. Dan itu pertama kalinya saya membawa motor ke jalan raya. Kemudian pertama kalinya menjadi warga negara yang tidak taat aturan rambu-rambu lalu lintas dalam mengemudi roda dua. Alhamdulillah lancar dan tidak ketemu polisi. Hehehehe.. Dan itu rasanya seperti membelah atmosfir berlapis-lapis *semacam kata2 di
iklan*

Mungkin orang lain sudah terbiasa mengemudi kendaraan roda dua dimana pun dan kapan pun. Namun tidak dengan saya. Berbekal tekad dan ajakan sesat dari Aviz, sang adik yang agak nyeleneh pemikirannya, maka saya pun memberanikan diri untuk melakukan kebandelan ini. Bandel yang membuat senang karena saya merasakan ada aura lain saat saya mengalahkan rasa takut membawa motor ke jalan raya yang banyak seliweran truk maupun bus besar. Auranya itu seperti rasa bebas sebebas-bebasnya. Bebas tanpa batas yang hanya bisa dirasakan oleh kita sendiri.

Sampai kampus, detak jantung ini serasa melayang-layang. Badan menggigil karena terpaan udara yang menerjang saat kebut-kebutan (cuma 40 km/jam sih, hehehe..). It so amazing! Dan saya bahagia, saya bangga (tapi tidak bangga karena bandelnya, melainkan karena bisa melawan rasa takut yang saya pendam selama 4 tahun terakhir ini), saya merasa bebas lepas, bandel sebandel-bandelnya ^_^

0 ungkapan kawan:

Poskan Komentar

Hai kawan-kawan, terima kasih sudah meluangkan waktu untuk membaca dan berkomentar di pendopo langit ini ^_^


up