Filosofi Perahu-Perahu Kertas

Perahu Kertas Berwarna-Warni
teronggok rapuh kertas itu
ia berwarna tapi tak terbentuk tegak
sedikit hentakan angin akan menerbangkannya
perlahan.. perlahan..
ia belum bernilai, belum tercipta karya

aku raih selembar demi selembar
warna pink, warna biru muda, warna ungu, warna hijau, semua warna-warna yang membalutnya
jemari ku menari bagaikan balerina
melipat dari sudut ke sudut

taukah engaku?
aku membuat perahu, ya perahu..
aku menamainya perahu kertas
ku hanyutkan ia di antara riaknya air sungai
berharap kan bertemu laut diujung nanti 
dan tetap berharap ia tak tenggelam

*Entahlah.. Saya harus menamai ini apa ya? Puisi kah? Atau hanya tulisan yang dilebih-lebihkan? Atau mungkin memang ia tak bernama. Padahal isinya cuma tulisan cara membuat origami dari kertas lipat menjadi perahu kertas. Hehehehe.. Sedang ingin berkata-kata indah tapi mentok di kosa kata. Jadi pantasnya saya kategorikan dalam apa tulisan ini??


Oh iya, saya sangat suka dengan aktivitas lipat melipat semenjak TK. Sampai sekarang pun saya masih suka membeli kertas lipat. Entah untuk mendekorasi kamar atau sekedar melipat bentuk kodok, perahu, burung bangau maupun kincir angin. Warnanya yang mencolok sangat disukai anak-anak, termasuk saya.

Hmm.. Dari pada tak berisi sama sekali tulisan ini. Mari kita berfilosofi sedikit. Filosofi ala Irma. Heheheh.. Perahu kertas itu saya ibaratkan sesuatu yang kecil dan tak punya kekuatan, dibandingkan dengan perahu-perahu kayu atau besi raksasa yang berkeliaran di laut. Saya perumpamakan perahu kertas itu tak ada apa-apanya. Tapi ia tetap berharap sampai di laut, meskipun harus mengalun dengan harapan kecil, penuh rintangan dan prediksi tenggelam di tengah jalan lebih besar. Seperti manusia yang merasa dirinya kecil dan tak berdaya, sebenarnya tetap mempunyai harapan untuk terus bertemu sesuatu yang "luas", yang menjadi cita-citanya. Siapa orang yang tidak mempunyai cita-cita? Atau siapa orang yang tidak mempunyai mimpi? Menurut saya semua orang mempunyai itu. Hanya persoalannya adalah bagaimana mewujudkan cita-cita dan mimpi itu. Mustahil tidak ada orang yang tidak mempunyai keinginan walau hanya dia dan Allah SWT yang tahu. Tapi orang yang merasa kecil dan tak berdaya saat dia mempunyai suatu harapan akan cita-cita atau impiannya pasti akan terus melaju walau rintangan itu lebih besar menghalau. Kata Coldplay - Fix You pun "If you never try, you will never know.."

Jadi cobalah, jika kau tidak pernah mencoba, maka kau tidak akan pernah tahu. Tidak akan pernah tahu rasanya sukses maupun rasanya terjatuh. Eh dari perahu kertas jadi ngomong beginian. Tak apalah. Selagi dalam masa ngabuburit ini mari kita berfilosofi sendiri. Jadi penyemangat diri sendiri. Tersenyum dan bergegaslah. Karena matahari masih bersinar, dan jantung masih berdegup semua harus disyukuri, dan tidak ada yang sia-sia di dunia ini. Mari berlayar seperti perahu kertas yang melaju berharap bertemu laut lepas. Cheer up everybody ^_^

Selamat ngabuburit kawan-kawan. Tetap semangat ya shaum Ramadhannya. Raihlah berkahnya.

18 komentar:

  1. yah, benar itu.. selama kita tidak mencoba, kita tidak akan tahu tempe eh mengetahui plus mengerti. so we must try. overall nice idea. good post. keep writing sista.. *like it :)

    BalasHapus
  2. @coretanpena: aheeeeey.. :D

    @Chilfia: hehe.. sip, mari kita mencoba. jgn pernah takut. keberhasilan ditentukan saat kita mau merasakan kegagalan.
    makasi ya.. keep blogging juga sista cantik :)

    BalasHapus
  3. diksi yang luar biasa. Saya saja masih kesulitan kalo sudah di hadapkan pada diksi :D

    nice post ^^d

    BalasHapus
  4. hehehe.. terima kasih :)
    ini hanya kumpulan kata-kata biasa kak.
    diksinya masih acak-acakan ^_^

    BalasHapus
  5. salam sahabat
    rupanya filosofi ini sangat berpengaruh yach,membacanya pada paragraf terakhir saya menemukan sebuah inspirasi terima ksih ya

    BalasHapus
  6. "If you never try, you will never know.." SETUJUUUUUU B)

    BalasHapus
  7. semoga perahu kertas tak karam diterjang jeram.. :-)

    BalasHapus
  8. subhanllah bahassanya indah bangettttt

    diiringi dengan musik latarnya berasa banget deh kalau buat menggugah imajinasi

    nice posting kk, dan terima kasih banyak :)

    BalasHapus
  9. @Mbak Dhana: hehehe.. ini filosofi ala Irma. untuk redaksi sendiri aja sih mbak :D Alhamdulillah klo dapat inspirasi dari sedikit kata2 tak beraturan ini. hehehe..

    @Shudai: hehehe.. siiiip ;)

    @Sodhung: aamiin.. semoga ia bisa sampai ditepian laur lepas :)

    @nasrul: hehehe.. makasi.. silahkan nikmati lagu dan kata-kata tak beraturan ini :D

    BalasHapus
  10. Gua pikir ngomongin novel Perahu Kertasnya Dee...hehehe

    Gua dari kecil ga berbakat melipat nih, jadi sirik liat orang2 yg jago origami

    BalasHapus
  11. salam kenal, nice post, mampir2 juga ya ke http://tirtadarmantio.blogspot.com

    BalasHapus
  12. hohoho ngomongin perahu kertas jadi inget hoby lama.. aku tergila-gila sama origami gara-gara liat film AADC.. jiahaha

    setuju sama paragraf terakhir... :D semangat ya dalam menjali hidup ini...

    BalasHapus
  13. @Claude: hehehe.. bukan ngomongin novel Dee. kebetulan aja ngangkat tema yang sama "perahu kertas". wah masih ada kesempatan buat belajar origami kok. hehehe.. selamat mencoba :)

    @Tirta: salam kenal juga. terima kasih, insya Allah nanti mampir :)

    @Nona Enno: waaaah.. ayo kita maen origami lagi. sip, semangat buat terus mencoba. jgn pernah takut dalam menghadapi hidup :)

    BalasHapus
  14. ini bukan puisi, lebih tepatnya meracau.. kadang kata ini (meracau)lebih tepat untuk menggambarkan suasana hati ketimbang dibilang puisi.

    diksinya mengalir enak.

    oyah, thanks for visit to my blog.

    BalasHapus
  15. oh gitu ya? hehehehe.. jadi saya ini sedang meracau. memang sih, suasana hati yang abstrak saya tuangkan di blog. hihihi..
    terima kasih, terima kasih :)

    BalasHapus
  16. itulah hebatnya seorang penulis, sastrawan, seniman..., atau apalah namanya, satu kalimat dgn tema "membuat perahu kertas" bisa dikemas menjadi empat bait kata2 yang indah... hmmm saluut

    BalasHapus
  17. @Mas Insan: hehehe.. saya hanya seorang yang selalu meracau.. entah dari mana kata-kata itu berasal dan akan kemana dia bermuara. meskipun begitu, semoga selalu ada makna :)

    BalasHapus

Hai kawan-kawan, terima kasih sudah meluangkan waktu untuk membaca dan berkomentar di pendopo langit ini ^_^


up