Tampilkan postingan dengan label Romansa. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Romansa. Tampilkan semua postingan

Seraut Wajah yang Belum Bernama

Seperti
Seperti puisi yang kau tuliskan
Seperti nyanyi yang kau lantunkan
Seperti senyum yang kau sunggingkan
Seperti pandang yang kau kerlingkan
Seperti cinta yang kau berikan
Aku tak pernah, tak pernah merasa cukup
(Andrea Hirata, Maryamah Karpov)
 Ini tentang seraut wajah yang belum bernama. Aku yakin langit belum sempat melukis senyum wajah itu dalam segumpal awan. Pun riuh angin bertahan menyepi, belum ingin membisik kata, sebuah nama. Hanya titik-titik hujan yang Dia kirimkan untuk mereda ricuh di sini, di hati.
Suatu hari, aku yakin jarak yang Dia garis akan semakin pupus. Pada akhirnya menegaskan kita dalam satu ikatan cinta Illahi. Sebab ada Dia dalam dirimu. Sebab ada kasih untuk semesta pada mu.
Secangkir teh dan kursi :)
Teruntuk seraut wajah yang belum bernama. Suatu saat kau harus duduk di kursi ini bersama secangkir teh hangat, bercengkrama dengan ku, bersama-sama memandangi langit senja, membicarakan langkah tegap untuk masa depan.

Suatu saat, pasti. Seraut wajah itu akan bernama.
Teruntuk kau yang akan menjadi genggaman menapaki jalan hidup. Jadilah pria yang hebat. Tak pernah takut melewati tajamnya krikil cobaan hidup. Karena aku tak sekuat yang kau kira, aku pasti membutuhkan mu untuk menyakinkan ku bisa.
Teruntuk kau yang akan menjadi pundak dikala air mata harus keluar. Jadilah pria yang tegar. Tak pernah lelah tersenyum meski hidup penuh tangisan. Karena aku tak seceria yang kau kira, aku pasti membutuhkan mu untuk menghapus duka.
Teruntuk kau yang akan menjadi ayah dari anak-anak kita. Jadilah pria yang penyayang. Tak pernah lupa untuk selalu mengajarkan dan mengenalkan Dia dan kasih sayang dalam hidup kepada anak-anak kita. Karena aku pasti membutuhkan mu untuk membangun sekolah surga di sini, di rumah.
Teruntuk kau yang akan menjadi sebuah nama di setiap garis keturunan keluarga ku dan keluarga mu. Jadilah pria yang mencinta orang tua mu, keluarga mu, orang tua ku, keluarga ku.
Teruntuk kau yang akan menjadi imam dalam kehidupan ku. Jadilah pria yang tegas. Tak pernah lupa mengingatkan ku dan anak-anak untuk beribadah pada-Nya. Karena Dialah kita ada. Karena Dialah kita mencinta. Karena Dialah, Allah SWT. Sang Maha Penyayang.
Suatu saat, di hari yang tepat, kau akan jelas bernama. Tidak sekarang.

irdevzan, ketika jemari menari #edisi error
Penasaran ->

Mendung Hati

Mungkin bukan ada pada mu sebelah sayap hati ku itu. Selamat tinggal :)
Sekuat-kuatnya hati, mudah terluka. Selemah-lemahnya jiwa, tetap berharap.

Rasanya ingin menghabiskan air mata, kemudian merubahnya menjadi senyum terindah sepanjang hidup. Adakah formula yang bisa merubah itu? Jawabannya adalah diri mu sendiri yang bisa merubah itu semua.

Diam-diam dalam mendungnya langit hari ini, hujan pun turun menyapa. Ada sejuk di jiwa yang menelusup perlahan. Namun, seraya itu pun mata ikut meluruhkan airnya. Tangis ini seperti sebuah lonjakan rasa yang terbendung sekian lamanya hingga akhirnya membuncah. Tidak kuat lagi untuk berpura-pura kuat. Tidak tahan lagi untuk menahan-nahan kesedihan. Rapuh.

Entah harus menyembunyikan ruang pedih ini dimana lagi. Menutupnya rapat-rapat dilemari ketegaran pun sepertinya sudah tidak muat lagi. Membuangnya bersama deru angin pun tak sanggup.

Diantara tangis ini hanya sisipan doa yang bisa terucap. "Ya Rabb, peliharalah hati ini dalam kebaikan. Kuatkan ia dalam duka maupun suka. Bersihkan ia dari beban dan kesedihan. Teguhkan ia tetap berada dalam jalan-Mu."

Mungkin kerapuhan hati ini teramat sangat mengganggu dan membuat hidup tidak tenang. Rasa kesakitan di dalam hati hanya bisa terobati dengan kasih sayang yang suci. Kasih-Mu, ya Rabb. Kekal dan abadi. Semua obat hati adalah kembali pada Sang Pemberi Rasa, Allah SWT.

Seraya itu, ketika ada mendung di langit maka ia akan meluncurkan hujan lalu muncul pelangi sebagai pertanda keberkahan serta kebahagiaan. Begitu pula dengan mendung yang terdapat di dalam hati. Selalu ada sebuah gaung yang senantiasa membuat tetap tegar, tersenyum dan ceria.

"Mungkin wajah teduh ini basah dengan air mata yang mewakili derita hati, tapi selalu ingatlah, Allah hanya memberi masalah yang dapat kita selesaikan. Bersabarlah. Allah akan menyelamatkan kita, wahai jiwa yang merindukan kasih sayang. Sesungguhnya kita sangat dicintai-Nya."
Penasaran ->

Semburat Kasih

Bunga Hati
berjalan aku dalam tepian rindu
menggelayut asa yang pekat
menepi, menepi, menepi pada titian kalbu

aku sendu, jika aku rindu
pada wujud nyata kasih Mu, Ya Rabb

berkata aku pada hujan dalam sepi
merasa ruh yang hampa
membisik, membisik, membisik pada tetesan harmoni

aku pilu, jika aku malu
pada kuasa indah takdir Mu, Ya Rabb

jadikan aku wanita yang mencinta kasih makhluk Mu hanya sebab ada Mu dalam dirinya
jadikan aku ibu anak-anak ku kelak sebab itu titipan Mu
jadikan aku bakti bagi ibu dan ayah ku sebab kasih Mu dalam diri mereka
jadikan aku kuat mencinta cinta hidup ku sebab itu anugerah Mu
jadikan aku bunga yang istimewa di taman hati satu adam Mu


25032011 _ irdevzan _ depan netbook
Penasaran ->

Dalam Diam Aku Rindu

bolehkah aku sejenak berhenti
bersama diamnya angin
mencicipi aroma alam Mu diam-diam
karena aku
mungkin telah rindu
pada kelancangan ombak laut Mu
mencambuk karang ku
dan mungkin aku pun telah merindu
pada ketegasan kilat Mu
menyapa tanah ku
izinkan aku menunggu pelangi Mu
menjulur indah
bersama sisa-sisa tangis langit di sini
karena aku pun demikian rindu
pada hangatnya matahari
pada hangatnya mata hati insani
berbagi tentang rasa, tentang asa
tentang sendu, kalbu yang menjadi candu

Rabb.. Engkau cukup bagi ku
Penasaran ->

Lantunan Patah Hati

Dalam bayang semu yang memudar menjadi hilang perlahan.
Aku ingin menuliskan sebuah permintaan maaf teruntuk:

1. Mata, maafkan aku. Karena selama ini aku selalu membuat mu harus mengeluarkan setetes demi setetes air mata hingga kamu pun menjadi bengkak, sehingga membasahi bantal dan guling ku. Memperlihatkan mu berbagai hal yang sebenarnya tidak ingin aku lihat. Terlalu menyakitkan untuk mu melihat hal tersebut dan mencernanya menjadi informasi kekalutan bagi otak.

2. Otak, maafkan aku juga. Karena selama ini aku selalu membuat mu penuh dengan elemen-elemen kesedihan, sehingga seringkali kau hang tiba-tiba. Kau selalu ku jejali pikiran-pikiran yang lemah, kacau balau, tidak penting dan membunuh sel-sel aktif hingga kau mati rasa.

3. Hati, maafkan aku. Karena selama ini aku selalu membuat mu gundah, tidak tenang, rapuh, retak, tergores-gores dan terluka. Meski tidak dalam namun bekasnya selalu tidak bisa hilang segera. Kau selalu ku buat resah dan merasakan yang sebenarnya tidak boleh kau rasakan. Patahnya tidak seberapa, namun memperbaikinya butuh tahap yang panjang. Maafkan aku sekali lagi. Dan kali ini aku butuh waktu untuk mengembalikan kau seperti semula :(

4. Jantung, maafkan aku juga. Karena selama ini aku selalu membuat mu berhenti berdetak beberapa detik saat mengetahui kenyataan yang kau takuti. Membuat mu memompa darah dengan kecepatan di atas normal, sehingga kau kelelahan. Dan aku tak tahu caranya membuat mu kembali berdetak seperti seharusnya.

5. Telinga, maafkan aku. Karena kau selalu ku buat panas dengan mendengar perkataan yang tak seharusnya kau dengar. Terlalu menyakitkan untuk organ serapuh kau. Kau selalu menjadi perantara yang pertama mencerna kata cinta, kata sayang, kata indah, kata benci, kata maaf mau pun kata hina.

6. Tangan, kaki, kepala, badan ku.. Maafkan aku juga, kalian terlalu banyak menopang segala kesedihan selama ini. Aku akan memperbaiki mu, sesegera dan sebisa mungkin. Dukung aku terus.
Sorry guys.. T_T
Dari aku, sang nurani yang sedang merasa lemah, sedih dan patah hati.. Sorry, but I'm under construction T_T

irdevzan, 13072011
"deuh kieu gening tungtung na, nyelekit kana manah, teung-teuingeun.. rangsak hate abi kudu mikacinta tapi kieu jadi na.."
Penasaran ->

Sabarkan Aku

Ya Allah sabarkan aku,,
Jangan Engkau hitamkan hatiku,,
Jangan Engkau biarkan aku meluapkan emosiku,,
Jangan Engkau biarkan aku mencacimaki diri ini,,
Jangan Engkau biarkan aku menjadi tak bisa berpikir mana yang baik dan mana yang buruk,,
Jangan Engkau biarkan aku terseret ke dalam hal-hal yang Engkau tak kehendaki,,
Jangan Engkau biarkan aku menikmati hidup ini tanpa melihat bahwa ada orang lain yang membutuhkan,,

Penasaran ->

Sang Pencipta Cinta

Bagi Sang Pencipta Cinta
Berikan hamba penawar rindu
Menghapus air mata hati yang meradang kasih

Bagi Sang Penakluk Asmara
Beri aku Adam-Mu yang penuh takwa
Menjaga ku dari segala goda syetan

Penasaran ->

Siapa Kamu?

siapa kamu?
yang tiba-tiba memasuki hidupku
memberi terang semu dalam gelap hatiku

siapa kamu?
yang serta merta memberiku bunga-bunga rayu
menebar aroma asmara pada sepiku

Penasaran ->

Aku Hanya

Aku hanya merasa kesepian saat hening mendera.

Aku hanya merasa rindu saat resah menjaga.

Aku hanya merasa egois dan tak pernah ingin melepas mu untuk siapapun.

Aku tidak hanya sedang menyayangi mu.

Tapi memang benar-benar menyayangi mu. Titik.
Penasaran ->

Jika Benar Aku Mencintaimu Karena Allah SWT

Dapet kata-kata dari fan page di facebook. Dan menurut saya ini kata-kata yang indah sekali. Mungkin sangat indah pula untuk di share di sini.


Wahai diri..
Jika memang kau mencintainya karena Allah
Cintailah dia dengan cara yang benar
Cintailah dia pada saat yang tepat

Ya Robb..
Aku tak akan memaksakan diri hanya untuk sebuah perasaan

Ya Robb..
Jika dia memang jiwa yang telah Kau pilihkan untukku, berikanlah kami jalan dan petunjuk
Jika dia memang takdir bagi ku, pantaskanlah dia untuku dan pantaskanlah diriku untuknya


Ya Robb..
Aku memilihnya karena sebuah keyakinan
Aku terima seluruh kelebihan dan kekurangannya
Aku terima seluruh luka dan bahagia yang menyertai hidupnya
Aku terima dirinya dengan seluruh apa yang telah Engkau berikan untuknya

Ya Robb..
Jika ada dua pilihan dan diantaranya adalah dia, tentu aku akan memilihnya
Jika ada sepuluh pilhan dan diantaranya adalah dia, tentu aku akan memilihnya
Jika ada seratus pilihan dan diantaranya adalah dia, tentu aku akan memilihnya
Dan jika hanya ada satu pilihan, dan tidak ada dia dalam pilihan itu…
Maka aku pun akan menerimanya sebagai pemberian terbaik dari Mu…
Aku tidak akan memaksakan diriku untuk memilihnya
Karena Engkaulah yang Maha Mengetahui
Karena Engkaulah yang Menciptakanku
Karena Engkaulah yang Memelihara diriku

Ya Robb…
Jika dengan menutup cinta ini yang menjadikan Mu Ridhlo kepadaku
Jika dengan mengorbankan perasaan ini Engkau menyelamatkanku
Di saat manusia tergelincir dari jalan-Mu
Maka aku serahkan cinta ini untuk Mu..
Sebagai wujud bakti ku pada Mu
Sebagai wujud syukurku pada Mu

Ya Muqollibal Qulub, Tsabbit Qolbi ‘ala Diinika..
Aku yakin bahwa tidak ada Ketetapan Mu yang salah
Aku yakin bahwa semua Kehendak Mu sangat terukur
Buatlah aku mencintai pilihan yang Kau berikan
Buatlah aku setia pada pilihan yang Kau berikan
Buatlah aku menyayangi pada pilihan yang Kau amanahkan

Ya Robb..
Dengan segala Kekuasaan Mu
Dengan segala Kekuatan Mu
Dengan segala Keagungan Mu
Hamba mohon pada Mu,
Kuatkanlah hati ini saat ketetapan Mu membuat hati ini terasa sempit
Tenangkanlah hati ini saat ketetapan Mu membuat hati ini terasa berat
Sesungguhnya hanya dengan PertolonganMu, diri ini bisa menjalani semua ketentuanMu.

Ya Robb buatlah diriku mencintai Mu lebih dari segala makhluk yang telah Engkau Ciptakan
Ya Robb buatlah diriku mencintai Rosululloh, karena Engkau pun mencintainya(Rosululloh)
Inilah isi hatiku, inilah harapanku, inilah keyakinanku…
Aku tidak hanya mencintaimu..
Tapi aku ingin mencintaimu karena Allah
Aku ingin mencintaimu dengan cara yang benar
Aku ingin Alloh Ridhlo dengan cinta ini
Tak usah khwatir jika engkau adalah Qudrah dan Irodah Nya
Karena semuanya pasti akan terwujud, hanya waktu yang akan menjadi saksi kekuasaan Nya
Tak usah memaksakan jika dia memang bukan untuk diriku
Karena pasti aku bukan yang terbaik untuk mu

Sehebat apapun cinta ini…
Tidak akan pernah bisa menyelamatkan kita, saat matahari hanya satu hasta di atas ubun2 kita
Karena yang terbaik adalah…
Kita menjaga perasaan dan keyakinan ini dengan sebersih-bersih ketauhidan
Kita diwafatkan bersama hamba-hamba yang berbakti
Hamba-hamba yang mengorbankan sesuatu yang paling dicintainya untuk Tuhan nya
Semoga Allah mempertemukan kita kembali disatu tempat
Dimana para abid melihat Robb-nya dengan penuh keridhloan dan kebahagiaan
Kulakukan semua ini, karena aku mencintaimu karena Allah swt
Aamiin..

sumber: http://www.facebook.com/notes/renungan-n-kisah-inspiratif/jika-benar-aku-mencintai-mu-karena-allah/10150245252606042
Penasaran ->

Filsafat Cinta


Cinta itu ternyata begitu dekat Kawan.
Menyapa kita setiap detik dalam hidup.
Seperti udara yang kita hela, ia ada tapi terkadang kita lupa akan keberadaannya yang kasat mata.
Bagai langit yang megah, cinta itu menaungi kita untuk terus memelihara kasih sayang yang telah menjadi salah satu sifat Allah SWT.
Berbicara mengenai kasih sayang, turunan dari rumus ini memang banyak sekali.
Sekumpulan magnet-magnet dari kutub-kutub rasa sayang seringkali hinggap begitu saja tanpa tahu malu pada sang pecinta.
Sadarkah kita yang sedang jatuh cinta akan setiap kehendak-Nya?
Ketika malam menjadi perlindungan dan siang menjadi pertemuan.
Begitu indah sekali kan Kawan?
Cinta itu menyapa dalam gelap dan terang.
Secara langsung maupun tidak, hati serasa terisi oleh ribuan bibit bunga yang siap tumbuh menjadi bunga terindah dalam hidup kita.
Harumnya menjadi racun tersendiri yang menggugah tiap insan untuk sejenak merasakan betapa berharganya hidup ini saat cinta menggugah rasa.

*berbahagialah untuk orang-orang yang selalu diberikan cinta oleh sang Maha Pencipta Cinta. Persembahan untuk post ke-100 :)

irdevzan, 26082009
Penasaran ->

Maaf, Saya Bukan Teh Ninih



"Maaf, saya bukan Teh Ninih"

Tiba-tiba terpikirkan untuk mengatakan itu. Sebait saja, tapi saya rasa maknanya dalam. Teman-teman, tahu kan siapa Teh Ninih? Istri pertama Aa Gym yang katanya sekarang sedang digugat cerai. Innalillahi, kasihan dan sedih rasanya. Wanita mana yang ingin rumah tangganya hancur? Wanita mana yang secara lapang dada merelakan pasangan hidupnya membagi kasih dengan wanita lain? Saya pikir itu tidak ada, tidak ada yang secara 100% merelakan. Mungkin mereka (wanita yang mengizinkan pasangan hidup mereka membagi kasih) berusaha untuk ikhlas, namun di lubuk hati kecil mereka pasti ada rasa sakit dan cemburu. Manusiawi. Bukan keegoisan untuk memiliki seseorang tapi ini wajar sekali.

Dan kenapa saya tiba-tiba sangat terngiang-ngiang dengan bait kata-kata di atas? Alasannya adalah saya bukan tipe wanita yang akan ikhlas dan ridho ketika suatu hari nanti atau mungkin saat ini bisa menerima kisah "membagi kasih" atau poligami. Saya tidak akan setegar Teh Ninih yang bisa dengan sangat super memperbolehkan Aa Gym menikah kembali setelah dititipkan 7 orang anak. Jika hal itu menimpa pada saya, alangkah hancurnya dunia saya, terpuruk dan galau. Demikian pula apabila hati dan kasih sayang yang saya dapatkan dari seseorang ternyata harus dibagi-bagi. Ya Alloh, Ya Rabbi.. Saya tidak mau :'(

Saya sematkan "kasih sayang" ini untuk calon pendamping saya kelak nanti. Dan "kasih sayang" mu semoga hanya untuk saya dan keluarga yang saya bina nanti. Please, no one else :')

Semoga Alloh menautkan kasih ini menjadi keberkahan, bukan ditautkan pada kecemburuan maupun penghitaman hati. Naudzubillah..
Penasaran ->

Lagi-Lagi Iseng (Loveable)

Corat-coret, corat-coret lagi. Hehehe.. Meskipun sangat-sangat aneh dan "menjijikan" gambarnya. Tapi ya beginilah. Lulucuan saja deh. Sedang banyak tugas malah jadi gagambaran.

Saya namai gambarnya dengan kata: 'Loveable' :)
Penasaran ->

k + e + c + e + w + a


Bagaimana sih rasanya didiamkan?
Enak banget! KECEWA..
Penasaran ->

Terima Kasih, Saya Kecewa

Maaf ya Alloh, malam hari ini Irma nangis lagi. Ga apa-apa ya. Udah ga kuat soalnya. Ga bisa lagi untuk menahan air yang Alloh ciptakan di sudut mata ini hingga sekarang pun benar-benar jatuh.

Entah kenapa sedih ini menggelayut bagai beribu-ribu ton tumor di kepala. Aku sedih, ya aku sangat sedih, malah teramat sedih. Sangat ingin lari, lari sejauh mungkin. Ah pilu rasanya. Duka terasa. Cemburu, sedih, marah yang dipendam dan kecewa ini terasa berkecamuk dalam dada yang pada akhirnya akan segera meledak menjadi letupan-letupan keluh dan tetesan-tetesan air mata. Aku lemah pada malam ini.

Usaha ku ternyata sia-sia di mata insan Mu ya Rabb. Terima kasih, saya kecewa :)
Penasaran ->

Kamu dan diam mu, aku dan sepi ku.

Hari ini, di pagi yang cerah dan sejuk, aku akan sedikit mengutip kata-kata dalam lagu Pemuja Rahasia - Sheila on Seven:

"Kuawali hari ku dengan mendoakan mu,
Agar kau selalu sehat dan bahagia di sana,
Sebelum kau melupakan ku lebih jauh,
Sebelum kau meninggalkan ku lebih jauh,
Ku tak pernah berharap kau kan merindukan keberadaan ku yang menyedihkan ini."

Mungkin hanya lewat kata-kata ini aku sampaikan betapa tidak inginnya aku untuk kau lupakan. Sesalah dan seburuk apapun aku di mata dan pandangan mu, aku sudah terlanjur, terlanjur menaruh harapan kosong.

Kamu dan diam mu, aku dan sepi ku.
^_^
Penasaran ->

Taukah Kau Kini Ku Terluka?


Gambar ini saya ambil, karena sangat tepat, hati yang terinjak :'(

Kelemahan dan ketakutan telah melumpuhkan ku. Air mata ini serasa sudah tidak bisa terbendung lagi. Aku bukan seseorang yang mudah menyerah. Bahkan untuk mempertahankan hidup dan memperjuangkan sesuatu aku akan terus bertahan, seperti ketika aku berada di ujung titik nadir kehidupan saat itu. Aku bangkit dan mulai meniti hari-hari sebagai Irma yang berbeda. Sekarang, tepatnya akhir-akhir ini hidup ku serasa gamang, penuh dengan aroma pergulatan hati. Aku tahu ini salah dan teramat membuang-buang waktu. Masih ada hal yang lebih penting dibandingkan percintaan yang menguras hati. Namun, aku pun tahu sekuat dan setangguhnya apapun wanita pasti membutuhkan seorang pria untuk membimbingnya. Terlepas dari itu semua, aku telah salah melangkah dan mengira sesuatu itu benar-benar serius ternyata semua dusta belaka. Seseorang telah berkata pada ku: "Kenapa atuh mau-maunya wanita dipermainkan?". Siapa yang ingin dipermainkan? Siapa yang inginm menikmati tiap perhatian dan bualan manis itu? Aku terpaksa, terpaksa mempercayainya. Ku kira itu benar ternyata tidak.

Sekarang aku merasa sakit, ulu hati ini terlalu rapuh ternyata tidak seperti kepala dan ragaku yang meski telah terbanting dengan keras namun aku dapat bertahan sampai sekarang. Namun hati ini organ yang rapuh ternyata. Aku lemah dan mulai meredup. Cahaya itu hilang semau dia. Malam tadi tak terasa air mata ini pun akhirnya turun juga, meramaikan suasana malam yang hening. Meski hanya meneteskan air mata tanpa meraung-raung tapi rasanya sangat sakit, perih sampai meresap ke jiwa. Aku terdiam dan mulai menatap jengah kehidupan ini. Aku siap meninggalkan semua kenangan itu, aku siap. Namun aku takut, takut tak ada yang bisa membantuku berjalan sampai ujung dengan kuat.

Ketika hati terasa sakit dan merana meratapi kepedihan akan semua kenyataan. Aku terbiasa mendengarkan lagu andalan dari Tere - Tersenyumlah.
Mengapa kau bersedih
Saat cinta pergi
Biarlah saja, bila semua harus terjadi

Hidup bukan sampai disini
Waktu terus berjalan
Yakinlah ada bahagia
Yang akan kau rasa dalam hidupmu

Dan tersenyumlah sayang
Lepas semua pedih di hati
Karena cinta masih ada
Dan slalu ada
Oh percayalah

Kadang cinta tak berhati
Sering menyakiti
Tapi cinta yang sejati
Meski tlah pergi
Kan datang lagi

Jangan kau tutup hatimu
Raihlah bahagia hidupmu
Karna cinta pasti ada
Dan slalu ada
Oh percayalah
Sedikit ada harapan membuatku bangkit lagi. Terima kasih Tere telah menyanyikan lagu itu. Sangat membantu untuk merapatkan kepingan-kepingan hati yang telah patah.

Mulai dari sekarang santai saja, jangan melibatkan perasaan. Terkadang aku tak mengerti mengapa wanita tercipta dengan lebih mengandalkan perasaan? Benci dengan hal yang melibatkan perasaan. Mereka pikir tidak lelah menggunakan perasaan? Sangat lelah, lelah batin dan pikiran.

Ayo wanita muda, masih ada matahari di atas sana, itu tandanya dunia belum berakhir. Dan semua kemungkinan akan terjadi. Move on. Smooch :')
Untuk sekarang aku memilih sendiri ketimbang patah hati.
Penasaran ->

Lebih baik (pada awalnya) tidak tahu sama sekali.

Hari ini sedikit sebal bin kucel mucel bucek kucek bilas daaah..
Knp tidak? karena harus iya. Soalnya jadi sgt sensitif dan inovatif untuk mengeluarkan kekesalan ini dengan menulis. Okey apabila kata2 saya tidak dimengerti so far so good so nice sosis lah gimana anda saja. Tapi jangan dengan memperlihatkannya dengan terang-terangan lah. Serasa tidak dihargai gini jadi na teh. Jadi menyesal mengatakan, tp kata2 sy tidak dapat ditarik kembali (emang kuda ditarik???). Wedun seperti diculdogkeun kieu eung. Cul dog tinggal igel tea gening. Nyeri hate lah. Wanita itu berbeda dengan laki-laki. Kami lebih memakai perasaan, bukan berarti laki-laki tidak pernah memakai perasaan.

Alih-alih karena kesal ini, sy browsing tentang perbedaan wanita dan pria. Dapatlah saya beberapa referensi. Dengan semangat yang membara dapatlah kutipan "Para pria lebih suka bicara langsung sesuai tujuannya, sementara pembicaraan wanita terputus-putus dengan keraguan dan perasaan. Disebabkan serabut penghubung antara belahan otak kanan ( intuisi ) dan kiri ( logika ) lebih sedikit pada wanita. Sehingga ekspresi perasaan lebih mudah terjadi pada wanita."

Okeh lah saya cerna kata2 itu bagai mencerna biskuit Promina yang rasanya seperti unta. Dan akhirnya saya mengerti. Sedikit mengerti lebih tepatnya.

Harus bagaimana saya? LEAVE IT IRMA! Suara sumbang itu terus bergaung dalam telinga saya, bergaung dan menggeram bersama bisingnya kakalutan ini. Orang-orang pecundang kudu dikasih udang dan pedang. Hunus saja pedang itu ke ulu hati ini biar ramai dan gaduh sampai mengaduh. Biar puas, puas. Tinggalkan orang-orang itu. Just do it, but it so hard to me :'(
Penasaran ->

Selamat Jalan Kekasih - Rita Effendi (tribute to you :') )

Berpisah denganmu
T'lah membuatku semakin mengerti
Betapa indah saat bersama
Yang masih selalu ku kenang

Selamat jalan kekasih
Kaulah cinta dalam hidupku
Aku kehilanganmu
Untuk selama-lamanya

Cukup sekali
Kau lukai hati ini
Tak ingin terulang kembali
Kau tinggalkan ku sendiri

Aku cinta padamu
Aku masih menyayangimu
Walau hanya dihati saja
Untuk selama-lamanya

Aku cinta padamu
Aku masih menyayangimu
Walau hanya dihati saja
Untuk selama-lamanya

Aku kehilanganmu
Untuk selama-lamanya


*Denger lagu ini jadi ingat sesuatu. Sesuatu yang dulu pernah mengisi relung jiwa dan hati ini. Sesuatu yang ku sebut itu cinta. Dulu pernah ada pelangi yang mewarnai hari-hari ini, namun sekarang pelangi itu telah mulai pudar. Dimana pun kamu berada, lewat angin, lewat udara, lewat matahari aku sampaikan rindu ini. Tolong kembalikan hati saya, hingga utuh kembali :')
Penasaran ->

Taukah kamu rasanya?

Dooooeeeeng.. sesak nafas tiba2, panas badan, dan mendadak mmbutuhkan ambulance.
Ada apa ini? Ada apa?????
Saya ga tau sama keadaan dan situasi yang mendadak tidak terkontrol ini, aneh binti lieur.
Mendadak tidak bisa berfikir dengan jernih sejernih air sungai di bawah kaki gunung Kilimanjaro (ngarang, haha..)
Sampai detik saya menulis blog ini pun perasaan saya seperti terbang bebas ke kegelapan. Weew, mistik bo! Maksudnya otak sama hati sudah tidak sinkron lagi. Sudah tidak klop.
Senyum sama merenung sudah campur menjadi rasa mual yang entah mengapa saya tidak bisa mngeluarkan rasa mual tersebut.
Okeh mari kita runut saja ceritanya.
Ah, tp tidak akan saya berikan secara terang-terangan. Banyak mata-mata di dunia maya. Hahaha.. (geer)
Jadi gini loh, knp ya terkadang ada aj masalah dalam hal hati. Tolong hamba-Mu ini ya Allah, lapangkanlah hati ini :'(
Aaaaaaaaaaaaaaarrrhhhggggtt ntar lg lah sy edit ni postingan.
Bnyk yg bikin sy marah hari ini.
Penasaran ->

up